Beda Percetakan Buku dan Penerbit Buku

adminDecember 6, 20184min00
pexels-photo-1340588.jpeg
Jika Anda sering membaca sebuah buku, mungkin Anda sering memperhatikan halaman awal buku dimana dituliskan nama penerbit dan nama pencetak bukunya terutama dari <a href="http://www.ipk.co.id/cetak-buku/">percetakan buku murah</a>.

Jika Anda sering membaca sebuah buku, mungkin Anda sering memperhatikan halaman awal buku dimana dituliskan nama penerbit dan nama pencetak bukunya terutama dari percetakan buku murah. Beberapa buku mungkin di terbitkan dan dicetak oleh salah satu  perusahaan yang sama. Namun, ada beberapa buku pula yang diterbitkan dan dicetak oleh perusahaan yang berbeda. Jika selama ini Anda masih mengira bahwa penerbit dan percetakan buku itu sama. Maka Anda perlu sedikit meluangkan waktu untuk membaca artikel ini untuk melihat seputar perbedaan antara penerbit dan percetakan.

Percetakan Tidak Sama dengan Penerbit

Perbedaan mendasar antara penerbit dan percetakan buku murah maupun mahal terletak pada tugas-tugas yang dilakukan dalam rangka menghasilkan sebuah buku. Percetakan buku memiliki tugas sebagai pencetak buku saja. Sedangkan penerbit memiliki tugas yang sedikit lebih banyak dalam hal penyesuaian isi buku agar layak cetak. Ibaratnya penerbit ini akan melakukan review terhadap buku yang akan dicetak, mana saja bagian yang masih perlu di edit. Jika ada bagian pada buku yang masih perlu di edit maka penerbit akan menghubungi penulis, sehingga penulis dapat melakukan revisi terhadap buku yang dikerjakan. Proses ini selain dapat memastikan bahwa buku yang ditulis dapat layak cetak juga membuat penulis mampu secara langsung belajar melihat bagaimana isi buku yang ia buat bermakna bagi orang lain dalam artian pembaca.

Buku Perlu Melalui Penerbit Sebelum Sampai ke Percetakan Buku

Sebuah buku idealnya perlu melalui tahapan berupa masuk ke penerbit terlebih dahulu untuk dapat dicetak. Penerbit akan melakukan tugasnya dalam mempersiapkan isi buku agar layak sesuai dengan ketentuan-ketentuan buku layak cetak. Editorial dilakukan oleh penerbit dalam rangka memenuhi ketentuan buku layak cetak tersebut. Proses editorial melalui penerbit ini tentu akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, jangka waktu dari menulis buku sampai buku dapat Anda baca saat ini melalui proses yang sangat panjang.

Bagi beberapa penulis, mungkin proses revisi bersama penerbit menjadi salah satu bagian yang berkesan. Sebab, penulis dapat belajar bahwa untuk dapat menggerakkan orang melalui tulisan, penulis perlu benar-benar mencermati tulisan yang ia buat. Sehingga penulis akan lebih menghargai pandangan sebagai pembaca.

Sebelum sampai ke percetakan buku, penerbit selain melakukan editorial naskah, juga melakukan desain terhadap bentuk buku yang akan dicetak, bagaimana ilustrasi yang ada di dalam buku, desain cover serta isi dari buku yang akan dicetak. Proses ini tentu juga menjadi proses yang sangat penting, karena desain buku yang menarik dapat semakin menarik banyak pembaca pula. Meskipun kita tahu bahwa ada pepatah yang mengatakan bahwa “jangan melihat buku dari sampulnya” tetapi bukan berarti kita lalu mengesampingkan desain sampul tersebut. Tetap saja sampul akan menjadi wajah buku Anda. Semua percetakan buku yang murah sekalipun pasti mengetahui hal ini.

Tugas Percetakan Buku Setelah Lulus dari Penerbit

Ada beberapa penerbit yang juga merangkap sebagai pihak percetakan buku sekaligus. Jika demikian, maka setelah penerbit menyelesaikan proses editorial sampai mendesain buku hingga jadi maka selanjutnya buku akan diproses ke percetakan buku. Percetakan buku baik murah ataupun mahal hanya akan melakukan tugas mencetak buku yang telah didesain oleh penerbit terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *