Kualitas Audio Mempengaruhi Kualitas Video Shooting Pernikahan

adminNovember 26, 20183min00
pexels-photo-265730.jpeg
Untuk meningkatkan keahliah mengambil gambar <a href="http://www.establishproduction.com/services/wedding-photography/">video shooting pernikahan</a>, tentu dengan latihan. Seperti ucapan klise yang sering bilang, <em>practice makes perfect</em>.

Untuk meningkatkan keahliah mengambil gambar video shooting pernikahan, tentu dengan latihan. Seperti ucapan klise yang sering bilang, practice makes perfect. Tapi apakah kita harus punya pengalaman latihan bertahun-tahun untuk jadi ahli? Belum lagi pernikahan tidak terjadi setiap hari, jika menunggu ahli dulu baru menerima orderan, mau sampai kapan? Nah, sebenarnya ada beberapa trik sederhana yang bisa dipakai, baik saat video shooting maupun di proses pasca-produksi. Trik sederhana ini bisa membuat kualitas rekaman kita dari baik, jadi mantap.

Ya, di banyak kasus, kita perlu memperbaharui peralatan kita. Ini tentu merogoh kocek yang tidak sedikit. Kadang juga, kita hanya perlu mengoreksi bagaimana pergerakan kamera kita. Cara-cara tertentu seperti yang coba dibagikan di sini, sedikit banyak secara sederhana bisa membantu meningkatkan kualitas hasil video shooting wedding kita dan membuat resultnya menonjol dibandingkan videografer lain, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam dengan membeli peralatan baru yang mahal-mahal. Yang penting adalah, penggunaan alat yang tepat dan penting sesuai tujuannya.

Kita mulai dengan memperhatikan kualitas audio atau suara. Video terdiri dari gambar bergerak dan suara. Salah satu unsurnya jelek, maka keseluruhan video turut jelek. Dengan kualitas suara yang baik, ucapan dari pihak-pihak di dalam video pernikahan akan memberikan alur cerita yang jelas. Entah khotbah pemimpin ibadat, pidato dari keluarga, janji yang diucapkan pengantin, dan lain sebagainya. Dengan suara yang jelas, tidak terganggu noise angin, suara musik, atau obrolan orang, kesan video yang didapat bisa lebih mendalam.

Untuk mendapatkan suara yang bagus dari pasangan pengantin, cobalah dengan pemosisian mikrofon yang dekat dengan pasangan. Jika memungkinkan, gunakan mic wireless yang terpasang di badan pengantin, tentu tanpa mengganggu tampilan sang pengantin. Cobalah agar input suara diatur supaya tidak terlalu banyak merekam suara latar belakang.

Kita mungkin terpikir untuk menggunakan software-software tertentu yang bisa membantu untuk menyunting suara saat proses pasca produksi video shooting pernikahan. Tapi, seperti pengalaman yang sudah-sudah, suara yang diedit dengan software cenderung terdengar aneh – distorted. Tentu ada keterbatasan software. Maka, memang lebih mudah jika kita menginvestasikan sedikit alat untuk mendapatkan audio berkualitas tinggi dari awalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *